Ayu the Arian Biru (^_^) midwife

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KOMPLIKASI DAN PENYULIT HIPERTENSI

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KOMPLIKASI DAN PENYULIT HIPERTENSI

Kehamilan dengan Hipertensi

Hipertensi Essensial
Merupakan penyakit hipertensi yang mungkin disebabkan oleh faktor heiditer serta dipengaruhi oleh faktor emosi dan lingkungan. Wanita hamil dengan hipertensi tidak menunjukkan gejala-gejala lain kecuali hipertensi. Terjadi sebelum umur kehamilan 20 minggu.

Hipertensi Essensial terbagi 2 yaitu :

  1. Hipertensi Essensial ringan (tekanan darah antara 140/90 mmHg dan 150/95 mmHg)
  2. Hipertensi Essensial berat (tekanan darah > 150/95 mmHg)

Hipertensi karena Kehamilan

Yang dimaksud dengan hipertensi karena kehamilan adalah hipertensi yang terjadi pertama kali sesudah kehamilan 20 minggu, selama persalinan dan atau dalam 48 jam pasca salin. Lebih sering terjadi pada primigravida. Patologi telah terjadi akibat implantasi sehingga timbul iskemia plasenta yang diikuti sindrom inflamasi.

Risiko meningkat pada :

  • massa plasenta besar (pada gemelli, penyakit trofoblast)
  • diabetes melitus
  • isoimunisasi rhesus
  • faktor herediter
  • masalah vaskuler

Hipertensi Karena Kehamilan :

- hipertensi tanpa protein atau edema
- pre-eklampsia ringan (PER)
- pre-eklampsia berat (PEB)
- Eklampsia

PRE EKLAMPSIA

Merupakan akibat langsung dari kehamilan (murni), sebagai kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin, dan dalam masa nifas yang terdiri dari trias : hipertensi, proteinuria dan edema.
Pada pre-eklampsia terjadi spasme pembuluh darah duertai dengan retensi garam dan air.

Pre-eklampsia dibagi menjadi 2 golongan yaitu :

  1. Pre Eklampsia Ringan
  2. Pre Eklampsia Berat

Penatalaksanaan

Pre-Eklampsia Ringan (PER)
Jika kehamilan < 37 minggu, dan tidak ada tanda-tanda perbaikan, lakukan penilaian 2 kali seminggu secara rawat jalan :

  • Pantau tekanan darah, proteinuria, refleks dan kondidi janin
  • Lebih banyak istirahat
  • Diet biasa
  • Tidak perlu diberi obat-obatan

Jika rawat jalan tidak mungkin, rawat dirumah sakit :

  • Diet biasa,
  • Pantau tekanan darah 2 x sehari, proteinuria 1 x sehari,
  • Tidak perlu obat-obatan,
  • Tidak perlu diuretik, kecuali jika terdapat edema paru, dekompensasi kordis atau gagal ginjal akut,

Jika tekanan diastolik turun sampai normal, pasien dapat dipulangkan :

  • Nasehatkan untuk istirahat dan perhatikan tanda-tanda pre-eklampsia berat
  • Kontrol 2 x seminggu

Jika tekanan diastolik naik lagi maka rawat kembali
- Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan maka tetap dirawat
- Jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan terminasi kehamilan
- Jika proteinuria meningkat, tangani sebagai pre-eklampsia berat

Jika kehamilan > 37 minggu, pertimbangkan terminasi :
- Jika serviks matang, lakukan induksi dengan oksitosin 5 IU dalam 500 ml dekstrose IV 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin
- Jika serviks belum matang, berikan prostaglandin, misoprostol atau kateter Foley atau terminasi dengan seksio sesarea.

EKLAMPSIA

Eklampsia dalam bahasa Yunani berarti “Halilintar” karena serangan kejang-kejang timbul tiba-tiba seperti petir. Pada ibu penderita PEB, risiko menjadi eklampsia sangat besar dan dapat diikuti dengan koma.

About these ads

May 16, 2010 - Posted by | kuliah bidan

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: